SuaraBanyuurip.com –Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Untuk mengantisipasi gejolak sosial menjelang rampungnya proyek konstruksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Pemerintah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta warganya tidak bersikap anarkis.
“Saya hanya ingin warga Gayam bersikap santun dan tidak sampai anarkis,” kata Camat Gayam, Hartono kepada suarabanyuurip.com belum lama ini.
Pihaknya tidak ingin timbul gejolak disaat operator maupun kontraktor mulai mengurangi tenaga kerja (naker) dengan jumlah yang besar. Namun demikian, kalaupun hal tersebut menjadi persoalan, lanjut dia, bisa dilakukan komunikasi dan koordinasi yang baik.
“Semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik untuk mencari solusi bersama,” pesan dia.
Mantan Camat Purwosari ini menambahkan, geliat industri ekstraktif migas Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat diwilayah Gayam, berdampak kian dikenalnya Gayam,dimata masyarakat luas.
“Karena kita jadi sorotan dimanta dunia,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, belum lama ini Pemerintah Kecamatan Gayam, telah mengungmpulkan semua Kepala Desa (Kades) diwilayah proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, kontraktor EPC 1 dan 5 Banyuurip, MCL, dan sejumlah tokoh masyarakat. Hal itu dilakukan untuk membahas persiapan jelang rampungnya pengerjaan proyek konstruksi. Sementara itu, di EPC-1 sedikitnya 700 naker juga telah dikurangi. (roz)