SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memegang peran sentral dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia.
Melalui listrik masyarakat bukan hanya terfasilitasi masalah penerangan semata, lebih dari itu listrik merupakan sarana bagi masyarakat untuk meningkatkan keberdayaan ekonomi mereka. Terlebih pada masyarakat pedesaan terpencil, yang dikarenakan faktor isolasi daerah seringkali belum merasakan fasilitas listrik sebagaimana dirasakan masyarakat lainnya.Â
Oleh sebab itu, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bojonegoro, Jawa Timur, memasukkan program pengembangan fasilitas jaringan listrik pedesaan sebagai salah satu program prioritas guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya pelayanan kebutuhan dasar kelistrikan.
“Sampai dengan akhir Tahun 2012, di Kabupaten Bojonegoro masih terdapat 99 kawasan dusun gelap, yaitu dusun yang belum terfasilitasi jaringan listrik. Selama kurun waktu 5 Â tahun terakhir jumlah kawasan dusun gelap telah menurun 30 persen,” kata Sekretaris Dinas ESDM, Fajar Yudhi, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (19/5/2014)
Fajar mengungkapkan, dari 99 kawasan dusun tersebut diantaranya, Dusun Weru, Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho; Dusun Boti, Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, dan Dusun Kalongan, Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon. Sementara pembangunan jaringan listrik menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah yang ada sehingga implementasinya dilakukan bertahap sesuai usulan masyarakat yang diakomodir dalam Musrenbang Kabupaten.Â
Berdasar proporsionalitas prioritas pembangunan jarlisdes, kemampuan penganggaran pembangunan jaringan listrik pedesaan hanya mampu menjangkau antara 5 sampai 8 lokasi sasaran per tahunnya, dengan estimasi nilai mencapai Rp3 miliar sampai Rp4 milyar.Â
“Sehingga dalam sinkronisasi usulan kegiatan musrenbang, diperlukan selektifitas prioritas lokasi sasaran dengan mempertimbangkan jumlah KK sasaran dan tingkat kesulitan lokasi,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan, selama Tahun 2012 telah berhasil dilaksanakan pembangunan jarlisdes secara simultan (APBD dan Non APBD) pada 17 lokasi dusun sasaran yang tersebar pada 14 desa dan 9 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. yaitu dengan perinciann 12 dusun melalui pendanaan APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2012 dengan realisasi biaya sebesar Rp3.436.078.100 dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp3.794.868.090.
Ada 4 dusun melalui pendanaan PLN dan 1 dusun melalui pendanaan APBN. Adapun pelaksanaan program penuntasan dusun gelap baik melalui kegiatan pembangunan instalasi jaringan listrik pedesaan ataupun melalui kegiatan pengembangan energi baru terbarukan Tahun 2012 telah mampu memberikan pelayanan pada 1.942 kepala keluarga yang tersebar pada 17 dusun.
“Dengan terselesaikannya pekerjaan pembangunan instalasi jarlisdes Tahun 2012, maka jumlah kawasan dusun gelap di Kabupaten Bojonegoro masih mencapai 99 dusun atau 7,96 persen dibanding total jumlah dusun yang ada sebanyak 1.243 dusun. Tentu kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan PLN selaku operator,” tegasnya.(rien)