SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur mengeluhkan kontraktor proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-5, Banyuurip PT Rekayasa Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK) yang terkesan kurang memperdulikan warga sekitar.
Sukiran, warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, menyayangkan sikap Reind-HK yang seakan acuh terhadap nasib warga. Sebab, sampai saat ini sangat minim kepeduliannya kepada warga sekitar Banyuurip.
“Terutama warga disekitar proyek EPC-5 yang ditanganinya. Salah satunya adalah tentang kegiatan sosial seperti pemberian pengobatan kepada manusia lanjut usia (Manula), maupun pemberian peningkatan gizi belita secara gratis,” ungkap Sukiran kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (20/05/2014).
Sukiran mengaku, terkait dengan kegiatan sosial salah satunya yang mengarah pada dunia kesehatan jika dibandingkan PT Tripatra – Samsung kontrakor pelaksana EPC-1 sangat jauh. Karena, selama ini PT Tripatra sering memberikan pelayanan kesehatan kepada warga sekitar secara gratis. Utamanya, pemberian pelayanan kesehatan kepada Manula dan belita.
“Apa yang saya ungkapkan ini riil sesuai dengan kondisi di lapangan, dan bukan didasari dengan hal-hal lain. Saya berharap, Rekind lebih memperhatikan warga sekitar. Tentunya terkait dengan kesehatan,” imbuh pria yang juga tokoh masyarakat Desa Ngraho tersebut.
Terpisah, Humas PT Rekind, Herman Susatya ketika dimintai tanggapan terkait keluhan warga tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.(sam)