Kontraktor Lokal Banyak Yang Nakal

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Keberadaan proyek Migas Lapangan Banyuurip, Blok Cepu oleh Mobil Cepu Ltd (MCL), tentu membawa angin segar bagi sebagian besar masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Hal ini dikarenakan, tenaga kerja lokal ikut serta dalam proyek nasional tersebut. Bahkan, kontraktor lokal mulai tumbuh dan berkembang mengikuti kebutuhan.

Kepala Bidang Pelatihan dan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Joko Susanto, mengatakan, tenaga kerja yang terlibat di Blok Cepu saja jumlahnya mencapai ribuan. Sementara kontraktor lokal sekitar ratusan.

“Tapi sayangnya, banyak kontraktor lokal yang tidak taat aturan dalam merekrut tenaga kerja dan mengabaikan hak-hak para pekerja,” tegas Joko kepada SuaraBanyuurip.com.

Pria berkacamata minus ini menerangkan, dibandingkan dengan perusahaan nasional atau kontraktor dari Jakarta sangat jauh berbeda. Salah satunya adalah kontraktor EPC 1, PT Tripatra, yang sudah memberikan hak-hak para pekerja dengan mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Justru perusahaan dari lokal Bojonegoro yang nakal, tidak ada yang mendaftarkan anak buahnya dengan berbagai macam alasan,” imbuhnya.

Baca Juga :   2023, Target Lifting Minyak 660 MBOPD Lebih Rendah Dibanding 2022

Dia menyatakan, sudah berulang kali memberikan surat teguran bahkan peringatan agar mendaftarkan tenaga kerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan. Tetapi tetap saja banyak cara untuk mengindahkan peringatan tersebut.

“Kami tidak bisa memberikan sanksi kepada mereka, kaena kewenangan ada di tangan BPJS Ketenagakerjaan,” sergahnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *