SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Hingga hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) SD/MI di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (20/5/2014), sejumlah sekolah yang menggelar Unas dibuat resah dengan banyaknya oknum wartawan yang mendatanginya.
Data yang dihimpun SuaraBanyuurip.com, beberapa orang yang mengaku wartawan berkeliaran mendatangi sekolah SD/MI yang sedang menggelar Unas. “Mereka datang dua hingga tiga orang. Tanya macam-macam, ujung-ujungnya minta bensin (uang-Red),“  ujar salah satu Kepala Sekolah (Kasek) SD di Kecamatan Pucuk yang keberatan namanya ditulis.
Kasek lain di Kecamatan Sukodadi mengatakan, para wartawan mengaku hendak meliput kegiatan Unas, namun pertanyaan yang diajukan sangat menyimpang dari konteks Unas. Akhirnya saat hendak pulang mereka minta uang saku.
Saat Unas berlangsung, kedatangan wartawan tak jelas medianya ini dirasakan sangat menganggu. Apalagi penampilan mereka cenderung urakan, dan tidak beretika.
Di SDN Balandono, Kecamatan Babat juga didatangi dua orang oknum wartawan. Namun Kasek SDN Balandono, Sahudi, menolak tegas kedatangan mereka.
“Saya tolak karena saya tahu mereka bukan wartawan,“ kata Sahudi. (tok)