Produk CSR Pertamina Butuh Pemasaran

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Program Coorporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pertamina (Persero) untuk sejumlah desa di sekitar Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih menemui kendala. Salah satunya adalah pangsa pasar yang menampung hasil produk kelompok masyarakat binaan Pertamina.

Pertamina melalui TBBM telah memberikan program CSR berupa pemanfaatan olahan produk jagung. Salah satunya adalah klobot jagung yang disulap menjadi beragam hasil kerajinan.

Para warga yang tergabung dalam kelompok pembuatan klobot jagung mengaku, masih kesulitan untuk memasarkan produk kerajinan yang mereka buat. Hal ini menjadikan omset mereka masih belum dapat dihitung secara pasti.

“Kalau untuk membuat, berapapun kita bisa. Tetapi kita sampai saat ini ya terkendala sama pemasaran,” kata Indayati (38), salah satu Ibu Rumah Tangga yang berasal dari Desa Purworejo, Kecamatan Jenu.

Indayati mengatakan, kalau selama ini mereka membuat kerajinan berdasarkan pesanan yang ada. Itu pun belum tentu selalu ada. Sementara untuk mengandalkan pemasaran di sekitar desa, sangat tidak mungkin dilakukan.

Baca Juga :   Pesimis Puncak Produksi Tercapai Tahun Ini

“Barang kerajinan seperti ini kan sulit dipasarkan di desa, untuk itu kami berharap setelah ini ya tolong dibantu lah mengenai pemasaran,” kata Indayati, yang saat itu berada di salah satu rumah kerajinan yang berada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban.

Humas Pertamina Pemasaran Region V Jatim, Heppy Wulansari, ketika ditanya mengenai hal ini mengatakan, kalau sudah ada rencana dari perusahaan untuk membuatkan semacam toko khusus, untuk memasarkan produk dari warga binaan mereka. Letaknya dimungkinkan berada tepat di tengah kota.

“Sudah ada rencana untuk membuat semacam toko yang berada di Jalan Basuki Rahmat, kira-kira pada bulan Juni atau Juli 2014 ini kita launching,” kata Heppy.

“Kita juga minta bantuan dari media untuk ikut mempromosikan hasil karya masyarakat ini,” tandas Heppy.

Sementara itu, ibu rumah tangga yang ikut dalam pelatihan dan pemberdayaan kerajinan ini berasal dari Desa Tasikharjo, Desa Remen, dan Desa Purworejo, yang berada di Kecamatan Jenu.(edp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *