SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas hanya berisi informasi tentang alat kelamin dan berbagai macam posisi dalam berhubungan seks. Â Demikan disampaikan Dosen Prodi D III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Insan Cendikia Husada, Fitria Riski dalam seminar tentang produksi di aula setempat, Kamis (22/5/2014).
Menurut Fitria, anggapan masyarakat itu dikarenakan kurangnya pemahaman akan pentingnya pendidikan seks terutama bagi remaja yang sedang mmengalami masa pubertas dan mempunyai dorongan atau keinginan yang kuat tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan mulai timbul rasa ketertarikan dengan lawan jenisnya.
Fitria Riski mengungkapkan, dengan adanya pengetahuan atau informasi faktual yang benar dan utuh serta perilaku yang bertanggung jawab, misalkan resiko hamil, maka remaja akan berfikir dua kali untuk melakukannya yang cenderung bersikap coba-coba itu.Â
“Remaja akan terbantu dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” kata dia.
Fitria menjelaskan, kesehatan reproduksi haruslah dijaga. Karena kesehatan reproduksi ini memiliki arti keadaan yang sejahtera, fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi fungsi, serta prosesnya.Â
“Dalam masa persiapan reproduksi bagi remaja pria dan wanita jangan melakukan hubungan seksual sebelum menikah,” tegasnya.
Fitria menyatakan, bahaya seks pra nikah diantaranya menciptakan kenangan buruk atau hancurnya masa depan remaja tersebut, mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan, menggugurkan kandungan dan pembunuhan bayi, dan penyebaran penyakit yang bisa menular melalui pasangan dan keturunannya.
Salah satu peserta seminar, Ariayani (20), mengungkapkan, seminar tersebut sangat bermanfaat terutama di era globalisasi saat ini. Dimana budaya malu sudah tidak ada lagi, banyak remaja dengan bebasnya bersikap mesra meski bukan psangannya di muka umum.
“Di muka umum saja tidak malu berpelukan, atau berciuman. Bagaimana jika ditempat sepi, bisa saja melakukan hubungan seks padahal belum menikah,” ungkap Mahasiswi STIKES ICSDA.(rien)