Akan Buka Pangkalan Elpiji di Tiap Desa

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan membuka pangkalan elpiji di masing-masing desa se Kabupaten Bojonegoro. Tujuannya agar pelayanan terhadap masyarakat dalam penjualan epliji ukuran 3 kilogram (Kg) bisa maksimal.

“Memang kendala selama ini adalah jarak tempuh antara masyarakat dengan pangkalan ataupun agen, sehingga hal ini dimanfaatkan oleh penjual eceran untuk kulakan elpiji 3 Kg dengan harga di atas HET,” kata Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (23/5/2014)

Dia menilai, harga elpiji subsidi yang diberikan oleh penjual eceran kepada masyarakat dinilai sah-sah saja karena dianggap sebagai tambahan uang bensin karena jarak tempuh yang jauh. Seperti halnya penjual bensin eceran yang menaikkan harga dari harga eceran tertinggi (HET) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Ya mau bagaimana lagi, selama penjual tidak terlalu tinggi menaikkan harga elpiji kita masih beri toleransi,” ujar dia, mengungkapkan.

Basuki menyatakan, meskipun wacana untuk membuka pangkalan elpiji di masing-masing desa tidak begitu saja terealisasi, akan tetapi pihaknya sudah  melakukan koordinasi dengan PT Pertamina.

Baca Juga :   Suwandi Pimpin PWI Tuban

“Semoga bisa terwujud dan masyarakat tidak lagi mengeluhkan harga atau kelangkaan elpiji,” harap dia.

Dari data yang diberikan, jumlah pangkalan elpiji di Bojonegoro saat ini sekira 376 yang tersebar di seluruh kecamatan. Sedangkan agen resmi hanya berjumlah 14. Sementara HET elpiji 3 Kg adalah Rp 14.000, tetapi setelah ditangan penjual pengecer rata-rata mencapai Rp 16.000 sampai Rp 18.000.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *