Desa Siaga Bencana Dianggap Mubazir

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menjadi pilot projek desa siaga bencana.

Banjir tahunan yang selalu melanda Desa Truni mendapat perhatian serius Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Lamongan. Untuk menghindari terjadinya korban jiwa akibat banjir, berbagai simulasi penanganan banjir dilakukan bagi masyarakat Desa Truni.

“Warga dilatih agar tidak sampai terjadi korban jiwa saat banjir datang. Diantaranya menyelamatkan anak-anak, perempuan dan lanjut usia saat banjir datang,” kata Sekretaris Kecamatan Babat, Hari Purwo, kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (23/5/2014).

Menurutnya, Truni menjadi pilot projek desa siaga bencana di kabupaten Lamongan.

Uniknya warga desa Truni merasa lucu dengan program ini. Bencana banjir bukan sesuatu yang menakutkan lagi karena setiap tahun terjadi.

“Warga sudah lebih paham bagaimana mengatasi saat terjadi banjir. Kenapa kok harus dilatih segala, “ ujar salah satu warga, Surip.

Menurutnya, selama puluhan tahun Truni menjadi langganan banjir, belum pernah terjadi korban jiwa akibat tenggelam atau terbawa arus banjir.

Baca Juga :   Raja Buah Jadi Primadona Pengunjung di Pasar Rakyat

“Lebih baik dana pelatihan dimanfaatkan untuk membeli pupuk saja yang semakin langka dan diserahkan kepada warga Truni,“ ujar warga lainnya, Toyib.

Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto, saat dikonfimasi tentang tanggapan warga tersebut melalui ponselnya hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *