LGC Disambut Apatis Warga Desa

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Program Lamongan Green and Clean (LGC) yang gencar digembar-gemborkan Bupati Lamongan, Jawa Timur, Fadeli, ternyata tidak didukung oleh warga di wilayah pedesaan.

Setelah merasa sukses membudayakan LGC di wilayah kota, program LGC dilanjutkan ke tingkat desa. Sebagai tahap awal perdesa minimal harus ada satu RT yang dijadikan percontohan untuk pelaksanaan LGC.

Untuk program di tingkat RT di desa tersebut, warga lingkungan RT harus menanam beraneka jenis bunga ditanam di atas pot di halaman rumah, dan di sepanjang jalan depan rumah.

LGC tingkat desa ini kemudian dinilai untuk dipilih yang terbaik tingkat kabupaten.

Kenyataannya banyak warga yang apatis dengan program ini. Mereka enggan harus membeli pot dan bunga yang harganya bisa puluhan hingga ratusan ribu.

“Kok mikir beli bunga, buat beli beras saja sulit, “ ungkap warga Pucuk, Trisno, Jumat (23/5/2014).

Menurutnya, program LGC hanya cocok diterapkan di kota. Sedang didesa tidak layak karena di desa sudah banyak beraneka jenis tanaman meski bukan bunga beraneka warna.

Baca Juga :   Tenaga Pendidik Dominasi Kekurangan PNS

Warga lainnya di Kecamatan Kedungpring, Warsilan, merasa program LGC di desa mengada-ada. “Wong jalan-jalan desa masih pada rusak tidak dibangun-bangun kok harus menanam bunga segala,“ ujar petani ini.

Yang dibuat pusing kemudian adalah para kades. Untuk mensosialisakan program ini, mereka tidak bisa memaksa warganya.

“Sulit mas meminta warga untuk menanam bunga di pekarangannya. Warga justru minta kades yang membelikan pot dan bunga. Lha kades uangnya dari mana? “ ujar salah satu kades yang keberatan menyebutkan namanya.

Saat panitia lomba LGC datang menilai, akhirnya banyak kades yang mensiasati dengan meminjam pot dan bunga dari para warga di RT-RT lain dan diusung di RT yang dilombakan. Cara ini ditempuh agar kades tidak dimarahi camat karena dianggap tidak mendukung program bupati. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *