SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban –Liquified Petroleum Gas (LPG) yang diproduksi PT Trans Pacific Petrochmical Indotama (PT TPPI) di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, cepat habis. Hal itu diketahui, setelah PT Pertamina (Persero) mendapat keluhan dari masyarakat.
“Kita pernah, karena beberapa hal termasuk cuaca buruk mengambil LPG dari TPPI. Tetapi masyarakat mengeluh cepat habis,†kata Humas Pertamina Pemasaran Region V Jatim, Heppy Wulansari, di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tuban, Kamis (22/5/2014).
Keluhan itu terjadi antara bulan Nopember dan Desember 2013 lalu, juga pada Januari 2014 kemarin. “Keluhan itu memang ada, dan bahkan kami kerap mendapatkan komplain dari masyarakat atau Pemda terkait masalah ini,†ujar Heppy.
Sales Executive LPG Pertamina Region V Jatim, Ancala Egah, menjelaskan, secara umum ada tiga jenis LPG. Yaitu yang menggunakan Propana, Butana, dan juga Mix. Khusus LG Mix, merupakan LPG yang mencampur antara Propana dan Butana.
“Kalau di Indonesia itu ya LPG Mix ini yang dipergunakan untuk Pertamina,â€sambung Ancala menjelaskan.
Ancala menegaskan, cepat habisnya LPG produksi TPPI Â bukan karena adanya permainan ataupun pengurangan isi yang dilakukan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Eneri (SPBE). Tetapi lebih diakarenakan percampuran Butana yang mencapai 80 persen. Sebab biasanya komposisi yang digunakan Pertamina adalah 50:50 atau 40:60, tidak pernah lebih dari itu.
“Percampuran antara Butana mencapai 80 persen sehingga LPG memang cepat habis, bukan karena adanya pengurangan isi atau adanya permainan yang dilakukan SPBE,†tandas Ancala.
Kendati demikian, Pertamina masih beberapa kali mengambil bahan bakar LPG dari TPPI. Tetapi kemudian mencapur Propana dan Butana sendiri menjadi LPG Mix.(edp)