Warga Gayam Gelar Sedekah Bumi

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Meski berada di desa ring 1 Lapangan Migas Blok Cepu, Warga Dukuh Kaliglonggong – Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa  Timur tak meninggalkan budaya warisan leluhur. Seperti sedekah bumi (manganan) yang digelar di lokasi Sendang Kelor sebagai bentuk menguri-uri (lestarikan) budaya, Jumat (23/5/2014).

Pantauan www.suarabanyuurip.com, warga berbondong-bondong membawa jajanan (makanan) ke lokasi sendang kelor. Jajanan itu kemudian ditaruh ditempat yang sudah disedikan sebelum kemudian di makan secara bersama-sama.

Sendang Kelor merupakan salah satu sendang di Desa Gayam yang masih dikramatkan warga. Meski sendang ini telah dipagari oleh Operator Migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) karena masuk dalam lokasi proyek Banyuurip, namun anak perusahaan rakasasa asal Paman Sam, ExxonMobil, itu masih memperbolehkan warga melakukan manganan sebagai bentuk ikut melestarikan budaya masyarakat setempat.

Hadir dalam sedekah bumi itu Perangkat Desa Gayam, perwakilan Mobil Cepu Ltd (MCL), dan tokoh masyarakat Kali Glonggong – Temlokorejo. Mereka berbaur menjadi satu untuk mengikuti kegiatan yang dilangsungkan secara sederhana.

Baca Juga :   Kenalkan Pantomim kepada Pengunjung Alun-alun

Tokoh masyarakat Desa Gayam, Pujiono, mengatakan, prosesi sedekah bumi di Sendang Kelor ini dilakukan warga dalam setiap setahun sekali, yakni jatuh pada hari Jumat Pahing.

“Sedekah bumi ini untuk nguri-uri peninggalan leluhur agar tidak punah meski ada proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu,” kata Pujiono memberikan sambutan.

Dia mengungkapkan, sedakah bumi di Sendang Kelor ini sebagai bentuk puji syukur kepada Allah SWT atas sumber air Sendang Kelor yang tidak pernah kering. “Sehingga dapat dimanfaatkan warga setiap musim kemarau datang,” ujar mantan Kepala Desa Gayam tersebut.
“Semoga kedepan warga desa sekitar lokasi Banyuurip, Blok Cepu umumnya, dan kususnya warga Desa Gayam diberikan keselamatan, kesehatan, lancar rejeki, dan dijauhkan dari mara bahaya oleh Allah, SWT,” sambung Reteman warga Gayam lain. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *