SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Lamongan, Jawa Timur intensif menggulirkan program pemberdayaan perempuan dengan pelatihan dan pemberian bantuan peralatan produksi.
Upaya pemberdayaan perempuan difokuskan pada kaum ibu dan remaja putri di pedesaan agar bisa mandiri dan memberikan kontribusi bagi ekonomi keluarga.
“Usaha yang ada dan ditekuni perempuan di desa coba kami kembangkan dengan memberikan berbagai bentuk pelatihan agar bisa lebih eksis dan meningkatkan nilai jual produk,†kata Kepala BPPKB Lamongan, Hamdani Azhari kepada suarabanyuurip.com, Rabu (28/5/2014).
Dari pembinaan usaha rumahan yang dilakukan BPPKB sejak tahun 2009 lalu, saat ini sudah terbentuk 548 kelompok usaha yang mayoritas dikelola oleh kaum hawa. Usaha yang ditekuni diantaranya yaitu bordir, menjahit, kerajinan, makanan olahan, snack, ternak hingga pengolahan produk ikan tambak menjadi abon dan presto.
Untuk memantau kegiatan mereka, BPKB telah memiliki Sub Petugas Keluarga Berencana Desa (PKBD) yang tersebar di 462 desa di Lamongan. Anggota PKBD itu berada di masing-masing rukun tetangga (RT). Mereka merupakan sukarelawan dari BPPKB yang dipantau langsung oleh UPTD di 27 kecamatan yang ada.
Untuk pembinaan setiap tahun BPKB mengucurkan dana Rp150 juta. Sebagian besar dana terserap untuk pengadaan barang dan mesin produksi. Hasil produksi usaha perempuan didesa itu sudah sering diikut sertakan dalam berbagai kegiatan pameran baik di kabupaten Lamongan maupun jatim.
“Lewat berbagai even pameran turut mengangkat potensi produksi yang dihasilkan para ibu-ibu,†tandas Hamdan Azhari. (tok)