Serangan Tikus Resahkan Petani

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Petani di wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur resah dengan serangan hama tikus yang menyerang tanaman padi mereka. Apalagi sampai saat ini belum ada penanganan intensif dari Dinas Pertanian setempat.

Serangan hama tikus itu terjadi setelah beberapa waktu lalu petani dipusingkan dengan kelangkaan pupuk. Akibatnya tanaman padi mereka porak-poranda.

 Data yang dihimpun suarabanyuurip.com, beberapa lahan pertanian di desa di Kecamatan Babat yang kini terserang hama tikus yaitu Desa Truni, Trepan, Balanpelang, Datinawong, dan Sumurgenuk. Rata-rata usia tanaman padi di desa tersebut sekitar 40 hari.

“Tanaman pada rusak mas akibat serangan tikus,” kata petani di Desa Datinawong, Supandi kepada suarabanyuurip.com, Rabu (28/5/2014).

Beberapa upaya telah dilakukan untuk menekan serangan tikus dengan memasang obat tikus dan cara konvensional dengan membunuh langsung tikus. Namun cara tersebut tidak efektif terbukti serangan tikus masih merajalela.

“ Hama tikus kemungkinan besar datang dari desa di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Karena sawah kami berdampingan dengan Widang,” ujar petani lainnya asal Truni, Kismo.

Baca Juga :   Socorejo Juaranya Gotong Royong di Kabupaten Tuban

Namun saat wabah tikus menyerang, belum ada petugas dari Unit Pelaksan Teknis (UPT) Pertanian yang turun kelapangan untuk membantu mengatasi persoalan tersebut. Jika hama tikus tidak segera ditanggulangi, petani dipastikan akan gagal panen dan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kepala UPT Pertanian Babat Baedi dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com melalui ponselnya mengatakan, pihaknya sudah merekomendasikan pemberian rodentisida untuk membasmi serangan tikus.  “Kami sudah merekomendasikan pemberian rodentisida untuk membasmi tikus, “ ujarnya.

Ditanya tentang jarangnya Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Babat yang jarang turun kedesa, Baedi tidak menanggapi.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *