SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Populasi cemara laut yang ada di pantai utara tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kritis. Hal itu diakibatkan banyaknya pohon yang mati. Padahal cemara laut tersebut ditanam untuk menghadang adanya abrasi di laut utara yang ada di Kabupaten Tuban.
Pantauan suarabanyuurip.com, cemara laut tersebut diduga mati akibat ulah tangan jahil. Hal ini terlihat dengan banyaknya bekas tebang dan juga gergaji di beberapa bagian pohon cemara yang roboh.
“Cemara ini seperti roboh bekas ditebang, jadi bukan mati karena alam,” kata Arifin (25), salah satu pemuda yang berada di sekitar lokasi, Sabtu (31/5/2014), sembari menunjukkan bekas gergaji di salah satu pohon.
Arifin, dan beberapa pengunjung yang biasa menghabiskan waktu di tempat tersebut mengatakan kalau saat ini jumlah populasi cemara laut banyak berkurang. Beberapa tahun lalu, cemara laut di sana lebih dari 5 deret dan berjejer di pinggir pantai. Sebagai penahan abrasi air laut. Seperti yang masih bisa dilihat di kawasan sebelah timur (dekat terminal baru Tuban).
“Sekarang hanya sampai dua deret saja, kalau di timur itu bisa dilihat masih banyak pohon cemara,” katanya menambahkan.
Diketahui, pantai yang masuk wilayah Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, memang merupakan kawasan yang dijadikan populasi cemara laut. Hal ini menjadikan lokasi tersebut mempunyai daya tarik tersendiri bagi warga.(edp)