SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Di dunia saat ini sudah mengalami krisis pangan, air dan energi yang mengancam keberlangsungan hajat hidup orang banyak. Terlebih, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang mulai mengembangkan industrialisasi minyak dan gas bumi.
Hal itu disampaikan perwakilan Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan Universitas Surabaya, Cahyo Suryato kepada suarabanyuurip.com, Senin (2/6/2014). Menurut dia, keberadaan migas Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Limited (MCL) menjadi salah satu bagian yang perlu mendapat respon dari pemerintah setempat.
“Bupati Suyoto harus bersikap relevan dengan krisis global ini. Meski secara garis besar sudah dilakukan bupati, tapi belum maksimal,” tegas dia.
Cahyo menyampaikan, yang harus dilakukan untuk menjaga sektor pangan, air, dan energi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro adalah mengajak semua komponen bersungguh-sungguh memuarakan semua itu dengan baik.
“Artinya, baik sektor air, pangan dan energi harus dikelola secara seimbang dan tidak ada salah satu yang diutamakan,” tandasnya.
Cahyo menyatakan, salah satu sikap yang perlu dibangun oleh stakeholder adalah membangun kepedulian bagiamana agar bisa berhemat air, mengembangkan pangan alternatif dan memanfaatkan kekayaan alam seperti minyak dan gas bumi sebaik-baiknya.
“Pemerintah setempat juga harus berfikir bagaimana agar semua komponen tersebut berjalan beriringan,” imbuhnya.(rien)