SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku kecewa pada operator lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) karena tali asih yang dijanjikan berupa beras belum juga terealisasi.
Tali asih itu merupakan pengganti uang kompensasi akibat adanya pemboran di Lapangan Sukowati Pad B Desa Ngampel yang berlangsung hingga saat ini.Â
Saminah (35), warga RT 3, Rw 1, menyatakan, memasuki bulan Juni ini sudah masuk hitungan pemberian tali asih sesuai kesepakatan bersama. Tetapi belum juga diberikan oleh JOBP-PEJ, padahal beras tersebut sangat dibutuhkan untuk mencukupi makan keluarganya.
“Kalau beberapa bulan yang lalu, kami dapat uang sebesar Rp 240 ribu. Tapi, sekarang belum tahu dapatnya beras berapa,” kata ibu satu anak ini.
Dia mengatakan, selama ini bantuan langsung dari JOB P-PEJ kepada warga belum ada. Hanya tali asih berupa uang tunai yang tidak jelas waktu pemberiannya. “Kadang dua bulan sekali, kadang tiga bulan sekali,” ujar Suminah, mengungkapkan.
Sementara itu, Anggota Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPD), Sudirman, membenarkan belum adanya pemberian tali asih berupa beras dari JOB P-PEJ sesuai nilai yang disepakati Rp50 Juta tiap dua bulan.
“Ini sudah masuk bulan ketiga, jadi total nilai beras yang diberikan kepada warga ya Rp100 Juta,” imbuhnya.
Terpisah, Humas JOB P-PEJ, Dodi, belum memberikan konfirmasinya mengenai hal ini. (rien)