SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pertamina Region V Jawa Timur secara berkala memberikan pelatihan,  dan penyuluhan kepada Himpunan Pengusaha Migas Swasta Nasional (Hiswana) cabang Lamongan. Kegiatan untuk update informasi terhadap perkembangan dunia Migas ini, diantaranya, ditujukan kepada pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah setempat.
Di setiap pertemuan yang diadakan Pertamina itu pemilik SPBU selalu mewakilkan kepada pengawas atau manajernya. Karena selalu diwakilkan kepada para pengawas SPBU, akhirnya kepanjangan Hiswana diplesetkan sebagai Himpunan Pengawas (bukan Pengusaha) Migas Swasta Nasional.
“Biasanya pertemuan dilakukan saat ada kenaikan harga BBM atau ada isu nasional tentang BBM, “ ujar pengawas SPBU Plaosan, Kentus, kepada SuaraBanyuurip.com Selasa (3/6/2014).
Di Lamongan terdapat 24 SPBU yang tersebar di sepanjang jalan nasional Babat-Deket (perbatasan Gresik), wilayah Pantura, hingga wilayah Selatan. Di masing-masing daerah terdapat ketua koordinator wilayah.
Sedangkan pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsostrans) Lamongan selama ini belum pernah memberikan penyuluhan, atau bentuk pembinaan kepada para pengawas dan karyawan SPBU.
“Belum pernah ada penyuluhan atau pembinaan dari Dinsostrans Lamongan, “ ujarnya.
Kasi Norma Kerja Dinas Sosial  Tenaga Kerja , Transmigrasi ( Dinsosnakertrans) Lamongan, Sentot Hamtomo, dikonfirmasi tentang belum adanya penyuluhan dan pembinaan terhadap SPBU hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban. (tok)