Harga Sembako Melonjak Bentuk TPID

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Harga Sembako di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur belakangan melonjak. Hal itu berimbas pada tingkat inflasi hingga 1,16 persen pada  tribulan pertama 2014.

Data dari Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopindag) Lamongan menyebut,  kenaikan harga Sembako hingga Rp2.000 perkilogram untuk komoditi bawang putih. Di Pasar Sidoharjo, Lamongan, bawang putih yang minggu lalu dijual Rp13.000, di minggu pertama bulan Juni naik menjadi Rp15.000 perkilogram.

Sementara untuk bawang putih di Pasar Blimbing, Paciran yang minggu lalu masih Rp17.500, minggu ini naik menjadi Rp18.000 perkilogram. Komoditi cabe merah besar juga naik Rp500 perkilogram di Pasar Mantup. Yakni dari yang sebelumnya Rp11.500 menjadi Rp12.000 perkilogram.

Komoditi lain yang naik menjelang puasa ini adalah telur ayam ras. Kenaikan terjadi merata di empat pasar yang dipantau Diskopindag Lamongan. Seperti di Pasar Babat yang naik dari Rp16.700 menjadi Rp17.000 perkilogram.  Kemudian di Pasar Sidoharjo, Lamongan dari yang sebelumnya Rp17.500 naik menjadi Rp18.000 perkilogram, di Pasar Blimbing, Paciran juga naik dari Rp17.500 menjadi Rp18.000 perkilogram dan di Pasar Mantup naik dari Rp17.700 menjadi Rp18.000 perkilogram.

Baca Juga :   Minimalisir Sebaran Corona, Polres Bojonegoro Hidupkan Kembali 45 KTS

Mengantisipasi adanya kenaikan inflasi tersebut, Pemkab Lamongan membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tim sudah mulai menyusun sejumlah langkah antisipasi.

Tim yang dibentuk dengan SK Bupati Lamongan nomor: 188/76/Kep/413.013/2014 tersebut sudah menyusun langkah strategis untuk mengendalikan harga bahan pangan.

“Stabilitas harga pangan dan kelancaran pasokannya menjadi perhatian utama kami untuk mengendalikan inflasi di daerah. Dengan inflasi yang rendah dan stabil, harapannya tentu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, “ ujar Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni, Rabu (4/6/2014).

Tim juga melakukan operasi pasar bekerjasama dengan Bulog pada 22 Juni hingga 22 Agustus nanti. Ini menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan TPID Lamongan. Kemudian melaksanakan bantuan subsidi transport yang bekerjasama dengan Pemprov Jatim.

Selain itu TPID bakal melakukan percepatan pendistribusian beras untuk masyarakat miskin (Raskin). Menjaga ketersediaan stok elpiji dalam kondisi aman, dan akan secara mendadak melakukan operasi terhadap penimbunan ketersediaan bahan pokok bersama aparat terkait. (tok) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Resmi Dilantik, IPSI Cabang Bojonegoro 2025-2029 Hadapi Tantangan Prestasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *