SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Petani di sekitar Ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak bisa berharap banyak terhadap hasil tanamannya pada tanam kedua tahun ini. Karena sebagian besar tanaman mereka diserang sundep.
Serangan sundep ini mengakibatkan tanaman padi menjadi berwarna kecoklat-coklatan. Daun tanaman mengering dan kemudian mati. Padahal tanaman padi di wilayah tersebut rata-rata sudah berusia 60 hari.
Salah satu petani Desa Mojodelik, Wanti, mengatakan, dari dua petak lahannya yang ditanami padi sebagian tanamannya berwarna coklat dan mayoritas mati. Hal itu dikarenakan tanaman padi miliknya diserang sundep.
“Kali ini serang hama sundepnya lebih banyak dibanding tahun kemarin. Saya sudah lakukan penyemprotan tapi gak mempan,” kata dia saat ditemui suarabanyuurip di lahan persawahannya, Jum’at (6/6/2014).
Akibat serangan hama ini, Wanti memperkiraan hasil panennya tidak bisa maksimal. Dia mengaku, biasanya dua petak lahannya setiap panen bisa mendapatkan 40 sak.
“Tapi kalau dilihat dengan kondisi seperti ini dapat 10 sak saja sudah untung,” ujar Wanti.
Dia menaksir kerugian akibat serangan sundep ini mencapai Rp5 juta. Nilai itu dari ongkos tenaga dan pembelian obat-obatan.
Bagi sebagian petani di sekitar ladang migas Blok Cepu, tanam padi di musim tanam ke dua ini merupakan spekulasi. Sebab dengan kondisi sawah tadah hujan dan pergantian musim kurang menguntungkan bagi petani.
“Jadi ya harus siap untuk gagal panen, Mas,” sambung Hari Priyono warga Mojodelik lainnya. (sam)