SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Karang Taruna (Kartar) Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memperkirakan potensi pengangguran pasca selesainya pengerjaan konstruksi proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu cukup terbuka. Terutama bagi para pemuda sekitar.
“Sangat mungkin bisa terjadi pengangguran kalau memang proyek nanti selesai,” kata Ketua Karang Taruna Desa Gayam, Muhammad Aris kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (7/6/2014).
Menurut dia, sekarang ini kondisi itu masih belum bisa dirasakan karena sebagian besar pemuda ikut menggantungkan kerja di proyek konstruksi Lapangan Banyuurip. Apalagi, lanjut dia, rata-rata pemuda lokal sekitar Gayam, bekerja jadi tenaga kasar.
“Dari 65 anggota karang taruna semua ikut kerja, belum lagi dari desa lain,” tandas Aris.
Namun demikian, menyikapi problem tersebut, dirinya belum memiliki solusi. Sebab, saat ini pemuda Gayam, sebagian besar masih bekerja walaupun berstatus kontrak. Aris mengaku, Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam juga telah memberi ruang untuk saling koordinasi terkait persoalan pemuda karang taruna, khususnya berkaitan dengan proyek Banyuurip.
“Sekarang masih pada sibuk bekerja,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Gayam lain, Yanto, mendesak agar operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) segera mencari solusi pasca berakhirnya proyek konstruksi Banyuurip. Dia mengungkapkan, sebagian rekannya sudah terkena pengurangan tenaga kerja.
“Harus segera mengambil sikap, teman-teman sudah ada yang nganggur, Mas,” tuturnya. (roz)