SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat di Desa Ring 1 lapangan Sukowati, Blok Tuban di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mengeluhkan suara bising, dan bau tidak sedap dari aktifitas pengeboran di Pad B.
Samini (30), warga Rt 3 Rw 1 Desa Ngampel mengungkapkan, suara bising dan bau tidak sedap yang terjadi tiap malam memang sudah lama dirasakan warga. Warga menganggap sebagai hal yang biasa sejak adanya pengeboran minyak. Meskipun tidak ada dampak penyakit yang dialami warga, namun rasa takut tidak bisa hilang begitu saja.
“Takut bau tidak enak itu berbahaya buat balita, dan anak-anak. Tapi mau bagaimana lagi, Mbak, wong rumahnya disini mau pindah kemana,†kata ibu satu anak ini.
Menanggapi hal itu Kepala Badan Lingkungan Hidup Bojonegoro, Tedjo Sukmana, menyatakan, akan mengecek kandungan gas H2S di sekitar lokasi pengeboran. Apakah kandungan tersebut berbahaya bagi masyarakat atau tidak.
“Tapi biasanya semua tempat pengeboran minyak memang mengeluarkan bau tidak sedap, namanya saja mengeluarkan sesuatu dari dalam tanah otomatis ada dampaknya,†kata Tedjo.
Pihaknya menyatakan, secara tekhnis BLH hanya bisa melakukan pengecekan dan pemantauan sebab dan akibat pengeboran. Sementara di sisi kesehatan secara detail berada di Dinas Kesehatan untuk mengetahui dampak negatif gas yang dihirup terus menerus oleh warga.
“Meskipun kandungan H2S masih aman, tapi kita juga perlu mengetahui efek jengka panjang dari bau gas yang dihirup warga,†imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, Hariono, saat dikonfirmasi enggan berkomentar mengenai hal ini dengan alasan banyak kegiatan. (rien)