SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pengurangan tenga kerja (Naker) di proyek engineering procurement and construction (EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu menyusul berkurangnya aktivitas pekerjaan tak menjadikan warga panik. Warga di desa-desa sekitar proyek di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, itu terus mengembangkan keahlihan yang diperolehnya selama berkecimpung di proyek.
Salah satunya Sodikin, warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam. Ia mengaku, tidak panik atas pengurangan naker proyek Banyuurip. Karena selain hal itu sudah wajar, Ia akan tetap mengembangkan keahlihan yang dimiliki sebagai tukang batu.
“Khan masih bisa ikut proyek lain, meski tidak proyek migas,†kata dia kepada suarabanyuurip.com, Rabu (11/06/2014).
Selain mengembangkan keahliannya sebagai tukang batu, Sodikin juga berencana membuka usaha lain. Semisal isi ulang air bersih dan lain sebagainya. “Intinya, saya tetap akan berupaya membuka peluang kerja sesuai yang saya bisa,” ujar pria yang juga sebagai naker Banyuurip tersebut.
“Saya juga tidak akan kembali menekuni lagi aktifitas saya sebagai petani dan ternak. Meskipun lahan juga sudah berkurang,” kata Paeno, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam lainnya.(sam)