Bahan Pembuat Ketupat Kian Langka

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Tradisi membuat ketupat untuk menyambut bulan suci Ramadan masih kental dilakoni sebagian besar masyarakat di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kendati demikian, saat ini mereka mengaku kesulitan memperoleh bahan baku untuk membuat ketupat.

“Sudah dua tahun ini sulit mendapatkan bahan untuk membuat ketupat,” ujar Darsiman (51), salah satu warga asal Dusun Mbogoran, Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Rabu (12/6/2014).

Selama ini, ada dua bahan yang dipergunakan untuk membuat ketupat. Yakni ketupat yang terbuat dari janur (daun/lontar) pohon siwalan (bogor) dan daun pohon kelapa.

Tetapi dua pohon tersebut, saat ini sudah mulai jarang ditemui di Tuban. Padahal untuk membuat ketupat diperlukan janur yang masih muda dan masih berupa tunas.

“Sekarang banyak bogor (pohon siwalan) di tebang, sehingga janur pun sulit di dapat,” sambung Amin (29), salah satu pedagang yang biasa menjual janur dari Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Warga pun sekarang lebih banyak yang membeli janur di sejumlah pasar tradisional. Bahkan sampai pasar Babat,Kabupaten Lamongan untuk mendapatkan bahan baku ketupat. Padahal di dua desa tersebut selama ini terkenal menjadi sentral penjualan janur.

Baca Juga :   Kampanyekan Permainan Tradisional di Era Milenial

“Kalau dulu orang sini mau buat ketupat cukup ambil saja bahannya dari pohon, bahkan didatangi pembeli. Sekarang kita malah harus beli di pasar,” ujar Amin, mengungkapkan.

Saat ini, harga 1 bandel daun lontar yang siap dipakai ketupat berkisar antara harga Rp5 ribu hingga Rp10 ribu, tergantung ukurannya. Sementara untuk ketupat jadi, pedagang rata-rata menjual dengan harga 1.000 rupiah per biji.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *