SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Standar keamanan lokasi proyek Engineering Procuremen and Construction (EPC)- 5 Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tampaknya, Â belum maksimal. Terbukti masih banyak puluhan tenaga kerja (naker) proyek bebas keluar masuk lokasi menerobos pagar. Padahal pihak kontraktor sudah menyiapkan armada yang kusus mengantar jemput naker.
“Setiap hari naker itu saat berangkat dan pulang kerja sering menerobos pagar, Pak. Padahal, kelihatannya sudah disiapkan Elf dan bus kusus antar jemput naker,” kata warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam yang tidak mau disebut namanya kepada suarabanyuurip.com, kamis (12/06/2014).
Dia menjelaskan, selain para naker sudah disiapkan mobil, juga dilengkapi ID card yang didapat dari medical dan sebagai tanda bisa masuk lokasi. “Kalau mereka masuknya menerobos pagar ya percuma ada mobil dan tanda pengenal. Karena pos pemeriksaan yang disediakan pasti tidak bisa memeriksa,” kata warga desa ring satu EPC – 5 Banyuurip itu.
Menurut dia, perbuatan naker yang menerobos pagar tersebut sangat rentan dengan masuknya naker ilegal. “Sebab mereka tidak melalui pos pemeriksaan, sehingga sulit mengontrolnya” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Rekayasa Industri (Rekid) kontraktor pelaksana proyek EPC-5, Banyuurip, Herman Susatyo, menyatakan, tidak  mempermasalahkan adanya naker yang masuk lokasi dengan cara menerobos pagar. Karena setelah sampai dalam lokasi para naker itu langsung ke pos untuk menunjukkan ID card untuk diperiksa.
Selain itu, alasan Herman, pemagaran proyek yang dilakukan belum seluruhnya selesai. Namun jika pemagaran nanti sudah selesai, maka semua perlintasan yang bisa dilewati orang akan ditutup. “Namun demikian, kita akan cek kejadian tersebut,” tegas Herman.(sam)