SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pasca protes yang dilakukan oleh sejumlah Kepala Desa (kades) di sekitar proyek migas Blok Cepu, Sabtu (14/6/2014) kemarin, pengiriman material batu dari yang dimabil dari daerah pamotan (tempat pengambilan batu material) di Jawa Tengah, untuk proyek engineering, procurement and cosntruction (EPC) – 5 Banyuurip berjalan normal.
“Sudah mulai jalan,Mas,” kata Kades Brabowan, Sukiran saat dikonfirmasi kembali oleh suarabanyuurip.com, Senin (16/6/2014).
Sukiran menjelaskan, pengiriman tersebut untuk salah satu proyek pembuatan waduk di area EPC-5 Banyuurip. Hanya saja, berapa jumlah kebutuhan material dan nama proyeknya dia mengaku tidak tahu menahu.
Namun menurut dia, proyek tersebut merupakan pecahan tender dari salah satu kontraktor lokal di Banyuurip yang dikerjakan oleh sejumlah kepala desa.Â
“Saya lupa berapa besar kebutuhannya, yang jelas sejumlah kades ikut menyuplai materialnya,” ujar Sukiran, menerangkan.Â
Dirinya berharap, pasca kejadian kemarin, konsorsium PT. Rekayasa Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK), kontraktor pelaksana EPC-5 Banyuurip tidak mempersulit kontraktor lokal. Dengan kata lain, prosedur yang diterapkan menyesuaikan kondisi lapangan.Â
“Kita hanya minta diperlunak, jangan terlalu prosedurial,” imbuhnya.Â
Sementar aitu, Humas konsorsium PT. Rekind-HK, kontraktor EPC-5,. Herman Suyatya, belum juga memberikan keterangan ihwal aksi protes yang dilakukan sejumlah kades sekitar Banyuurip, Blok Cepu.
Seperti diketahui, delapan kepala desa (kades) sekitar Banyuurip, Blok Cepu mulai Desa, Bonorejo, Begadon, Brabowan, Beged, Mojodelik, Manukan, Ngraho dan Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro,Jawa Timur sempat memblokir jalan di Dusun Sukorejo/puduk, Desa Bonorejo meski tak berlangsung lama. Aksi itu dikarenakan kontarktor EPC- 5 dituding mempersulit pengiriman material batu. (roz)