SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Meskipun hingga saat ini belum ada warga Bojonegoro, Jawa Timur yang terjangkit  Virus MERS atau Middle East Respiratory Syndrome atau juga dikenal sebagai virus korona, namun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Sosodoro Djatikusumo, bersiap menangani jika ada yang terjangkit virus mematikan ini.
Salah satunya adalah dengan menggelar simulasi penanganan pasien MERS mulai dari awal pemeriksaan sampai pada tindakan medis, Kamis (19/4/2014). Agar baik pasien dan tenaga medis mengetahui prosedur penanganan yang baik dan benar.
Dokter Spesialis paru-paru RSUD Sososdoro Djatikusumo, Budi Sutejo, mengungkapkan, virus ini mengakibatkan 30 persen pasien di Indonesia meninggal dunia. Diduga, beberapa korban yang merupakan jama’ah umroh asal Indonesia telah terinveksi virus yang bermutasi dan menyerang sistem pernafasan itu.
“Kami siap melayani pasien yang terjangkit virus MERS ini dengan peralatan yang lengkap dan menempatkan di ruangan isolasi, “ tegasnya.
Budi menyebutkan, ciri-ciri orang yang terjangkit penyakit ini diantaranya adalah demam tinggi, batuk, serta pilek dan sesak nafas. “Apabila ada yang pulang dari wilayah Arab Saudi dan mengalami hal demikian , segera memeriksakan diri ke rumah sakit,†pesannya.
Dia mengatakan, penularan virus MERS ini adalah udara dan kontak langsung antara manusia dengan manusia. Meskipun tidak bisa menjamin seratus persen kesembuhan pasien, namun pihak rumah sakit akan memberikan pelayanan terbaiknya.
Terpisah, salah satu warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Jumali (60), mengaku, telah mendengar kabar virus mematikan tersebut di Arab Saudi. Meskipun begitu, tidak ada rasa kekhawatiran untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim yakni menunaikan ibadah haji tahun ini.
“Insya Allah bulan Dzulhijah nanti saya berangkat, sedang tujuan saya beribadah, semoga Allah SWT tetap melindungi saya dan jama’ah haji lainnya,†tukasnya. (rien)