SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –  Belum semua pengusaha makanan kecil di sekitar ring 1 Lapangan Sukowati, Blok Tuban, mendapatkan penguatan modal atau bantuan pelatihan untuk mengembangkan home industri atau usaha rumahan.
Salah satunya pengusaha makanan kecil berupa unthuk yuyu, gapit, rengginang dan kembang goyang di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Desa ini akan menjadi desa ring 1 Lapangan Sukowati jika pengembangan Lapangan Sukowati Pad D dan C jadi dikembangkan Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOBP-PEJ).
“ Ada kurang lebih sepuluh tahun lebih saya membuat camilan tradisional tersebut dengan menggunakan modal sendiri,†kata Susanto, (40), pemilik usaha kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (20/6/2014).
Sebelum menjadi pengusaha makanan kecil ini, Susanto, berprofesi sebagai tukang becak dengan pemasukan yang tidak menentu. Berbekal ilmu yang dimiliki saat bekerja di sebuah pabrik pengolahan industri makanan, bersama sang istri kemudian mencoba mengembangkan usaha sendiri dan berhasil sampai saat ini.
“Sekarang saya memiliki tujuh karyawan untuk membuat beragam jenis makanan kecil tersebut,†kata bapak satu anak itu.
Omzet yang diterima Susanto setiap harinya sebanyak Rp 1,5 juta. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat saat memasuki bulan ramadan karena banyak masyarakat yang membutuhkan jajanan untuk lebaran.
Saat ini makanan kecil produk Susanto baru di wilayah Bojonegoro. Namun begitu banyak masyarakat yang mengaku gemar dengan hasil jajanan tradisional miliknya. Sedangkan untuk menjual hasil produknya ke luar daerah Susanto belum memikirkannya.
“Saya masih kurang memahami cara pemasarannya,†tukas Susanto.
Dalam mengembangkan usahanya ini, Susanto pernah mendapatkan pelatihan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro. Yakni berupa cara pengemasan makanan sekaligus satu buah alat press. Namun alat tersebut kini sudah rusak.
“Saya sering mendengar desa ring 1 sekitar pengeboran dapat bantuan, tapi kok tidak menyentuh pada usaha seperti milik saya ini? Jika difikir bisa membuka lapangan pekerjaan dan mengenalkan Bojonegoro akan ciri khas makanannya,†imbuh Susanto.
Dia berharap operator migas Lapangan Sukowati, JOBP-PEJ mengakomodir semua pengusaha rumahan dan memberikan semacam bantuan sebagai program Corporate Sosial Responbility (CSR).
“ Agar nantinya lebih bermanfaat dan mengembangkan dunia usaha di sekitar wilayah pengeboran,†tandas Susanto.(rien)