SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, digeruduk belasan warga dari Kecamatan Soko, Senin (23/6/2014). Mereka memprotes pengumuman hasil seleksi pendampingan program keluarga harapan (PKH) melalui surat elektronik yang disinyalir ada permainan.
Belasan warga yang melakukan protes itu adalah peserta rekrutmen seleksi PKH tahun 2014. Mereka menemukan kejanggalan pada tiga nama yang lolos seleksi karena ketiganya tidak mengikuti tes wawancara sebelumnya.
Ke tiga nama yang dimaksud adalah Dwi Triantoro, Mohammad Aminudin, dan Nurul Khoiriyah. Semuanya berasal dari Kecamatan Soko.
“Ada tiga nama yang tidak ikut dalam tes wawancara dan ternyata masuk dalam daftar nama yang lolos,†jelas salah satu warga yang ikut protes, Bambang Sumantri, ketika ditemui di kantor Dinsosnakertrans.
“Peserta yang ikut tes saja ada yang tidak lolos, kok ini ada yang tidak ikut tes bisa lolos dalam seleksi,†lanjut Bambang Sumantri.
Mereka menuntut Dinsosnakertrans transparansi dan mau menunjukkan hasil tes para pendamping PKH. Serta meminta kepada Dinsosnakertrans  supaya meninjau kembali 3 nama yang masuk di 10 besar hasil seleksi.Â
“Kita minta tiga nama (tidak ikut tes) dari sepuluh besar yang lolos untuk dianulir dan ditinjau kembali,†tandas Sumantri.
Kasi Pengembangan Organisasi Sosial Dinsosnakertrans Tuban, Sayekti Ningsih mengatakan, saat ini tengah menunggu konfirmasi dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bahkan dia mengakui ada kesalahan nama yang lolos menjadi PKH di Kecamatan Soko.
“Kami sudah berusaha menghubungi kementerian dan melakukan konfirmasi tetapi belum diangkat,â€ujar Sayekti ketika menemui para peserta yang melakukan aksi protes.(edp)