SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban –  Jumlah pengangguran di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih tingi. Hal itu dapat dilihat dari membludaknya peserta yang mendatangi Job Fair atau bursa kerja yang dilaksanakan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) di Gedung Olahraga (GOR) Rangga Jaya Anoraga, Jalan Sunan Kalijogo, Tuban, Senin (23/6/2014).
Dinsosnakertrans Tuban mencatat, jumlah pengangguran di wilayahnya mencapai 35 ribu orang. Tingginya pengangguran itu menjadi masalah serius karena Kabupaten Tuban saat ini  tengah bergeliat aktivitas industri.
Pantauan suarabanyuurip.com, jumlah pengunjung Job Fair dipadati pengunjung sejak di buka oleh Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein. Hampir semua stand dari 57 perusahaan di Tuban penuh dengan peserta pendaftar.
“Siapa tahu dapat pekerjaan dari job fair ini,†kata Andri Saputro (19), asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Andri merupakan salah satu pemuda yang baru lolos dari Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2013 kemarin. Sejak lulus, Andri mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, usai membuka acara Job Fair membenarkan kalau angka pengangguran di Kabupaten Tuban tergolong tinggi. Hal ini cukup menjadi masalah yang memusingkan pemerintah.
Catatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, ada sekitar 35 ribu orang usia produktif di Tuban yang masih belum bekerja. Â Jumlah itu terus meningkat setiap tahunnya karena adanya lulusan siswa SMA yang rata-rata mencapai 18 ribu orang. Yang mana tidak lebih dari 50 persen siswa SMA yang melanjutkan hingga perguruan tinggi (PT).
“Salah satu yang menjadi problem kita adalah tingginya angka pengangguran ini,†kata Noor Nahar usai menyebut angka pengangguran yang tercatat di Dinsosnakertrans.
Dia menaruh harapan, dengan adanya bursa kerja ini dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Tuban. Selain itu, Pemkab juga meminta supaya jumlah perusahaan yang ikut andil dalam bursa kerja bisa meningkat lebih banyak lagi.(edp)