SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Hujan deras yang mengguyur wilayah Selatan Lamongan, Jawa Timur sekitar satu jam, Selasa (24/6/2014) siang tadi membuat aktivitas masyarakat terganggu. Pasalnya masyarakat tak memperkirakan sebelumnya jika hujan masih terjadi karena musim kemarau sudah berlangsung hamper satu bulan.
Hujan cukup deras turun di wilayah Kecamatan Babat, Modo dan Kedungpring. Akibat hujan yang turun mendadak para pengguna jalan raya khususnya pengendara motor harus mencari tempat berteduh.
“Tidak mengira mas hujan masih turun, padahal sudah memasuki musim kemarau,” ujar seorang pengendara motor yang berteduh di SPBU Plaosan, Hartadi.
Walau cukup deras, hujan yang turun sekitar pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut tidak disertai angin maupun petir.
Turunnya hujan disambut antusias para petani yang sangat membutuhkan irigasi untuk tanaman padi.
“Alhamdullilah masih turun hujan sehingga tidak harus memompa air dari sumur untuk mengairi sawah,†ungkap petani asal desa Tlanak, Kecamatan Kedungpring, Priyadi.
Jika hujan turun terus menurutnya bisa menghemat biaya pembelian solar untuk mendesel air.
“Sekali ndesel air rata-rata saya butuh 10 liter-15 liter solar, atau Rp60 ribu sampai 100 ribu,” ungkapnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Suprapto dikonfirmasi tentang turunnya hujan yang cukup mendadak hari ini menyatakan jika cuaca ekstrem masih sering terjadi.
“Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) cuaca ekstrem memang masih sering terjadi, seperti turunnya hujan mendadak,†ujar Suprapto.
Dia tidak bisa menjelaskan sampai kapan cuaca ektrem terjadi. Namun dirinya meminta agar masyarakat selalu mewaspadai turunnya hujan sewaktu-waktu yang disertai petir dan angin badai.(tok)