SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Sudah dua hari ini air Perusahaan Daerah Air minum (PDAM) di Kecamatan Pucuk dan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Tumur, mati. Kondisi tersebut dikeluhkan para pelanggan karena hal itu sudah kerap terjadi.
Akibat matinya air PDAM sejak Selasa (25/6/2014) kemarin, para pelanggan tidak dapat menikmati air bersih sehingga mereka terpaksa menimba air di sumur untuk persediaan air bersih untuk mandi, mencuci dan memasak.
“Air PDAM sering mati mas. Kalau mati sering berhari-hari,†ujar warga Desa Pucuk, Kecamatan Pucuk Sutrisno.
Sering matinya air PDAM menurut Trisno menunjukkan ketidakseriusan pengelolaan PDAM. Padahal tarif yang dikenakan PDAM relatif mahal.
Keluhan senada juga dilontarkan warga Desa Tri Tunggal, Kecamatan Babat, Sueb. Sejak air PDAM mati dirinya terpaksa harus menimba air dari sumur tetangga.
“Saya jualan bakso mas. Setiap hari butuh air bersih untuk masak bakso dan mencuci piring gelas untuk jualan bakso,†sambung Sueb.
Dia mengaku terpaksa mengambil air bersih dari sumur. Namun air sumur rasanya ampang dan tidak terjamin higienisnya.
Direktur PDAM Lamongan Mohammad Maksum saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com tentang sering matinya air PDAM di wilayah Babat dan sekitarnya hingga berita ini dikirim belum memberikan jawaban. (tok)