Waspadai Bajing Loncat di Jati Peteng

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kawasan hutan Jati Peteng di Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi salah satu titik rawan tindakan kriminal menjelang arus mudik dan arus balik mendatang.

Hutan yang terletak tepat di pinggir jalur pantura itu selama ini dikenal dengan kondisi yang sepi pada malam hari. Sampai saat ini, belum ada penerangan yang memadahi di jalur dengan panjang sekitar satu kilometer tersebut.

“Kalau malam sudah sangat sepi, apalagi diatas jam 9 malam dengan penerangan yang kurang memadai,” kata Rudi (30), pengendara motor dengan Nopol S 5234 EG, ketika melintas di jalur pantura, Rabu (25/6/2014).

Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono, ketika melakukan sidak di Jalur Pantura mengungkapkan hal yang sama. Dia mengatakan, kalau melihat wilayah tersebut, dengan masih banyaknya pepohonan serta tidak ada rumah penduduk mempunyai potensi kerawanan kriminalitas. Salah satunya adalah keberadaan bajing loncat yang biasanya marak menjelang puasa dan perayaan Idul Fitri.

“Selain itu juga rawan terjadi kecelakaan karena minimnya penerangan,” kata Unggung kepada sejumlah wartawan, Selasa (24/6/2014) sore kemarin.

Baca Juga :   Targetkan Meraih Emas MTQ Korpri Nasional

Mengantisipasi kerawanan di jalur pantura, utamanya di Kabupaten Tuban. Unggung menjanjikan akan menempatkan satu pleton dari satuan Sabhara dan Brimob di titik rawan kecelakaan. Penempatan akan dilakukan mulau H-7 sampai H+7 lebaran.

“Tujuannya untuk menciptakan rasa aman, kepada para pemudik,” tandas Unggung.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *