Warga Negokan Harga dengan Pekerjaan

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Ditengah proses pelaksanaan pembebasan lahan proyek pengembangan unitisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru (J-TB), sebagian warga memiliki cara bernegoisasi tersendiri. Mereka ingin lahannya yang terkena pembebasan dinegosiasi dengan pekerjaan.

“Saya tidak ingin masalah lahan terlalu ribet,” kata Sunoko, warga Desa Dolok Gede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis (26/6/2014).

Sunoko mengaku, lahan miliknya seluas 2 Hektar (ha) akan terkena pembebasan, namun dia tidak mau berspekulasi dengan mematok harga yang relatif tinggi. Dia mengklaim harga yang ditawarkan merupakan telah standart.

“Saya tidak mau terlalu banyak tawar menawar, kalaupun ditawar Rp200 ribu per meter, bisa saja lepaskan,” ujarnya.

Sunoko tidak ingin mematok harga yang di atas kewajaran. Misalnya hingga lebih dari Rp400 ribu sampai Rp500 ribu permeter. Selain itu, dia juga tidak ingin dikesankan mengambil kesempatan lantaran lahan miliknya dibebaskan untuk proyek Migas.

“Kalau saya tawarkan tinggi, nanti dianggap keterlaluan. Maka dari itu sewajarnya saja,” tuturnya.

Baca Juga :   TNMS Salurkan Hewan Kurban ke Desa Sudu

Sunoko ingin agar Pertamina EP Cepu (PEPC) selaku operator nantinya memberikan ruang dengan negoisasi yang dia tawarkan. Sebab, pekerjaan yang dia minta diperuntukkan bagi anaknya.

“Apalagi kalau ada jaminan anak saya jadi pekerja tetapnya, bisa jadi harga saya turunkan lagi,” katanya menjanjikan.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dolokgede, Muhammad Ali, berharap pembebasan lahan untuk proyek Gas Cepu dapat berjalan lancar, dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Ya semua itu tergantung kesepakatan masing-masing. Yang penting semuanya bisa berjalan lancar dan merasa dirugikan,” sambungnya.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *