SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban –Ramadaan tahun ini, disambut suka cita oleh nelayan yang biasa menangkap ikan di sekitar lokasi pipa bawah laut dan lokasi kapal tangker raksasa yang akan menampung minyak dari Blok Cepu, yang dioperatori Mobil Cepu Limited (MCL). Pasalnya saat ini tangkapan ikan mereka melimpah karena musim yang sangat bersahabat.
“Kalau sekarang ikan sedang  banyak (melimpah),†kata Syaiful (30), salah satu warga Desa Glodog, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di sekitar lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Palang.
Sempat berhembus kabar kalau bulan ini ombak di laut utara berpotensi cukup tinggi dan berbahaya. Tetapi nelayan bersyukur hal tersebut tidak terjadi. Mereka mengaku dapat melaut dengan tenang dan mendapatkan tangkapan yang cukup untuk dijual kembali.
Suka cita mereka bertambah, karena bulan Ramadhan biasanya diikuti dengan konsumsi ikan yang tinggi. Hal ini tentu dapat mengatrol harga ikan agar tidak terlalu jatuh.
“Kalau tangkapan melimpah di bulan biasa, biasanya harga ikan akan murah. Tetapi kalau puasa karena yang beli banyak menjadikan harga ikan tidak terlalu murah dan bisa dibilang normal,†sambung Lasmijan, salah satu nelayan.
Alasan nelayan ini tampaknya dapat diterima, karena warga memang lebih suka mencari ikan segar sebagai menu buka puasa. Hal inilah yang mengharuskan warga untuk membeli ikan langsung kepada nelayan atau datang langsung ke tempat pelelangan ikan.
“Kalau beli di pasar ikannya sudah tidak segar, jadi mending langsung ke TPI saja,†jelas Iwan (30), salah satu warga asal Desa Karang, Kecamatan Semanding, Tuban.
Ikan yang paling populer dibeli warga adalah ikan Kuningan, Krapok, Togek, Rajungan, Kepiting, dan juga ikan dudut.
“Harganya variatif. Kalau saya biasa beli Togek dengan harga sekitar 7 hingga 8 ribu per kilogram,†jelas Ivan.(edp)