SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan-Para Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengaku bingung mencari dana untuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi perangkat dan lembaga desa. Meski tidak ada aturan resmi, namun pemberian THR bagi perangkat desa setiap menjelang lebaran sudah menjadi tradisi.
Tapi disisi lain pemerintah desa tidak memiliki anggaran khusus untuk itu. Seperti yang dilakukan Kades Datinawong, Kecamatan Babat, Mundhakir. Ia mengaku sudah memesankan bingkisan berupa sarung untuk perangkat, pengurus BPD, LPM hingga ketua RT.
“Jumlah totalnya ada sekitar 54 orang. Nanti akan dibagikan H-3 lebaran,” kata Mundhakir.
Untuk dana THR Mundhakir mengaku selalu dari kantong pribadi tanpa harus mengambil dana kas desa. Nilainya bisa mencapai Rp3 juta lebih per tahun.
Kades Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng, Ali, memilih cara lebih praktis. Dirinya lebih suka memberikan uang langsung kepada perangkat dan lembaga desa hingga ketua RT/RW. Nilainya antara Rp50 ribu-Rp100 ribu per orang yang diambilkan dari kantong pribadinya.
“Ndak usah bingung belanja. Langsung dikasih mentahannya saja,” ujar kades dua periode ini.
Kades Labuhan Kecamatan brondong Asnan lebih memilih memberikan THR kepada perangkat dan mitra kerjanya berupa kue kering dan sembako. Dana untuk THR diambilkan dari kas desa.(tok)