SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Penjual kembang api dadakan terlihat mulai ramai di sejumlah ruas jalan, dan trotoar jalan protokol yang ada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Menjamurnya para penjual kembang api ini, mengingat kalau permainan ini merupakan permainan favorit ketika masa puasa. Terlebih pada malam hari usai shalat Tarawih, dan menjelang Idul Fitri mendatang.
Salah satu lokasi yang menjadi jujugan para penjual kembang api ini ada di seputar Alun-Alun Tuban. Di mana mereka menggaet pembeli yang banyak menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa di pusat kota ini.
“Kalau di sini ramai, menunggu anak-anak kecil saja biasanya tertarik membeli untuk dimainkan malam harinya,†kata Misanah (35), salah satu pedagang kembang api asal Semanding, Tuban.
Dia mengakui sudah mulai berjualan kembang api sejak satu minggu sebelum puasa. Tetapi, minat pembeli kepada kembang api tampaknya baru dirasakan akhir-akhir ini.
“Kalau malam hari, di Alun-Alun Tuban juga ramai orang bermain kembang api,†kata Wati (25), pedagang lain.
Sekarang mereka belum dapat mengalkulasi berapa omset mereka dalam satu hari. Kalau ramai bisa mendapatkan uang hingga Rp250 ribu. Kalau sepi jumlah tersebut tinggal Rp100 ribu.
Sementara untuk harga jual sendiri, mereka menjual kembang api seharga tiga rupiah sampai dengan harga Rp50 ribu. Tergantung jenis kembang api.
“Tinggal ramai apa tidak. Semoga setelah ini jualannya laku terus buat lebaran,†katanya.
Para penjual mengaku, mereka sudah mengantongi surat keterangan kalau bahan yang mereka jual tidak berbahaya. Selain itu dari distributor juga sudah disertakan petunjuk penggunaan.
“Tidak takut dirazia, karena yang kita jual itu kembang api. Yang tidak boleh itukan jualan mercon,†tandas Wati. (edp)