Satpol PP Kesulitan Tangani Kebakaran

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

 Blora – Tingginya angka kebakaran yang terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, membuat Satpol PP kelabakan lantaran minimnya fasilitas untuk mengendalikan bencana tersebut. Tercatat sejak tahun 2012 terjadi 32 kasus kebarakan, tahun 2013 terjadi 22 kasus, dan berjalan tahun 2014 sudah terjadi 11 kasus.

Kepala Seksi (Kasi) Kesiap Siagaan dan Kedaruratan, Satpol PP Kabupaten Blora, Hanung Murdoko, mengeluhkan kondisi tersebut kerena mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang dimiliki Kabupaten Blora sudah tak layak operasi.

“Dengan luas wilayah yang dimiliki Kabupaten Blora hingga saat ini hanya memiliki 2 Unit Damkar saja dan susah dijangkau. Bisa dilihat 2 Unit Damkar kita, kondisinya selain sudah tua juga tidak layak” katanya.

Selain tidak layaknya mobil Damkar, dirinya juga mengeluhkan minimnya personil yang dimiliki di unit Kesiapsiagaan dan Kedaruratan Satpol PP.  Yakni hanya sebanyak 7 orang. Padahal normatifnya jika mengacu pada Standart Opersional Prosedur (SOP) 1 regu pemadam kebakaran  berisi 6 Orang.

Baca Juga :   Jelang Angkutan Lebaran 2025, Regulator Perkeretaapian Rampcheck Sarana Daop 8 Surabaya

“Selain itu kita belum memiliki Badan penanggulangan Bencana Daerah atau BPDB, sehingga setiap kejadian kebakaran dan bencana lainnya sulit diatasi,” ujar Hanung, mengungkapkan.

Menurut Hanung, Kabupaten Blora adalah satu-satunya  kabupaten di Jawa Tengah yang hingga saat ini belum memilikiBPBD.  “Seharusnya Pemadam Kebakaran masuk ke dalam struktural BPBD namun karena belum adanya BPBD di Kabupaten Blora maka pemadam kebakaran dimasukkan kedalam structural Satpol PP,” pungkas dia. (ams)

.

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *