SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Sebanyak 14 ribu lebih masyarakat di sekitar lapangan migas Sumber, yang ada di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tidak hadir menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara Pemilihan Presiden (Pilpres), Rabu (9/7/2014) kemarin.
Data sementara yang diterima suarabanyuurip.com, Kamis (10/7/2014), dari Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) setempat, ada sekitar 14.144 masyarakat di kecamatan Merakurak yang tidak memberikan hak suaranya. Jumlah itu merupakan kalkulasi dari pemilih yang tidak hadir di tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 19 desa Kecamatan Merakurak. Tak terkecuali dari desa-desa yang paling dekat dengan keberadaan lapangan sumber, yang rencananya akan dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ).
Data yang sama menyebut, di Kecamatan Merakurak sendiri ada 45.027 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sementara yang ikut menyalurkan hak pilihnya sekitar 30.883 orang.
Dari jumlah pemilih yang menggunakan hak politiknya, pasangan calon presiden Prabowo Subianto – Hatta Rajasa memperoleh 14.429 suara dan Jokowi – Jusuf Kalla mendulang suara lebih banyak, yaitu 16.454 suara. Dengan begitu, jumlah golput tergolong besar karena hampir menyamai suara salah satu calon presiden.
Komisioner KPUD Tuban, Yayuk Dwi Agus Sulistyorini, berharap jumlah golput di Kabupaten Tuban tidak mengalami kenaikan dari Pemilihan Legislatif (Pileg) kemarin. Pada Pileg kemarin, angka golput di Kabupaten Tuban sebesar 24 persen.
“Kita berharap angka golput tidak naik, makanya sudah kita lakukan sosialisasi di beberapa tempat,†kata Yayuk.
“Minimal sama lah, kalau kita mengusahakan jangan sampai angka Golput lebih tinggi dari kemarin,†lanjut Yayuk.(edp)