SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Adanya perbedaan pada hasil hitung cepat (quick count) di sejumlah lembaga survei, dan ditayangkan di beberapa media nasional membuat puyeng masyarakat luas. Tak terkecuali warga yang ada di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Pantauan Suarabanyuurip.com, Kamis (10/7/2014), kebingungan warga diungkapkan dengan beragam cara. Selain melalui obolan, tetapi juga marak dibicarakan di media sosial, facebook, twitter, atau di media sosial lainnya.
“Survei kok bisa berbeda sangat drastis, ada yang menangkan Prabowo, dan ada yang menangkan Jokowi?†kata Khoirul Gufron (24), salah satu warga asal Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.
Masyarakat mengaku kebingungan harus mempercayai pihak yang mana. Terlebih dibeberapa stasiun televisi, kedua belah pihak telah sama-sama melakukan klaim meraih kemenangan.
“Keduanya mengaku sama-sama menang, apakah nanti kita akan punya dua presiden?†tulis Eqy, salah satu aktivis mahasiswa melalui akun facebook miliknya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tuban, Kasmuri, meminta kepada masyarakat untuk sabar menunggu penghitungan suara yang dilakukan KPU. Dia mengatakan, kalau keresahan masyarakat timbul akibat adanya lembaga survei yang tidak netral, dan independen dalam menjalankan tugasnya.
“Kami minta masyarakat sabar menunggu hasil penghitungan KPU, dan jangan terlalu menghiraukan hasil hitung cepat,†kata Kasmuri.
Di Kabupaten Tuban sendiri, diketahui tidak ada lembaga yang melakukan perhitungan cepat. Perhitungan cepat hanya dilakukan beberapa instansi pemerintahan, dan keamanan. Tetapi tidak diperuntukkan untuk umum. (edp)