SuaraBanyuurip.com – Totok Matono
Lamongan- Menjelang perayaan hari raya Idul Fitri para perajin sandal di Desa Kebonagung, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan mengaku kewalahan melayani pesanan. Produksi sandal disana meningkat hingga 50 persen.
Menurut salah satu pengusaha sandal, Bakir, sejak memasuki minggu awal bulan Ramadan, pesanan dari para pelanggan di sejumlah kabupaten di Jawa Timur terus mengalir. Mereka meminta produksi sandal yang dikirim ditambah 30 persen hingga 50 persen.
“Selain dari pelanggan tetap, orderan juga datang dari perseorangan. Biasanya mereka datang sendiri dengan membawa model yang diinginkan,“ kata Bakir yang memiliki UD Bakero ini, Senin (14/7/2014).
Karena tingginya pesanan, menurut Bakir, dirinya harus menambah tiga orang karyawan dengan sistem borongan. Jam kerja juga ditambah hingga malam hari.
“Setiap malam nglembur sampai jam dua malam untuk memenuhi pesanan,“ tambahnya.
Salah satu pembeli dari Kabupaten Jombang, Sumiyati, yang ditemui SuaraBanyuurip.com saat memesan sandal di Kebonagung mengatakan, sudah bertahun-tahun kulakan sandal di Bakero.
“Harganya murah tapi kualitasnya tidak kalah dengan produksi pabrikan. Saat menjelang lebaran sandal Bakero laku keras,“ ujar Sumiyati.
Bakir sendiri tidak aji mumpung menaikkan harga selagi produksinya banyak diburu.
“Perpasang sandal hanya naik Rp2 ribu. Itu pun karena bakan bakunya yang naik sehingga terpaksa harga sandal harus saya naikan,“ imbuh Bakir. (tok)