Operator Diminta Koordinasi Soal Sampah

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro meminta kepada operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL), dan kontraktornya untuk berkoordinasi dengan DKP mengenai pembuangan sampah.

Kepala DKP Bojonegoro, Nurul Azizah, mengungkapkan, dari keterangan yang didapat semua sampah yang ada di lokasi dormitory MCL, maupun dari lokasi proyek EPC 5 dibuang di luar daerah Bojonegoro. Bahkan, pembuangan sampah tersebut bekerjasama dengan pihak ketiga yang dikabarkan membuang sampah di sekitar hutan, adapula di Blora, Jawa tengah.

“Kenapa tidak kerjasama dengan kami saja, pembuangan sampah di Bojonegoro tentu bisa meningkatkan PAD,” tegas Nurul Senin (14/7/2014).

Nurul menyayangkan adanya kerjasama kontraktor MCL dengan warga di Desa Manukan,  Kecamatan Kalitidu dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan survei tempat pembuangan sampah tersebut tidak sesuai aturan.

“Kami ada armada yang siap mengangkut berapapun jumlah sampah yang dihasilkan,” tukasnya. Bahkan, tidak hanya MCL tapi juga Pertamina EP Aset 4 hingga kini belum memberikan laporan mengenai pembuangan sampah di lokasi industri.

Baca Juga :   Lokasinya 500 Meter Dari Sumur Belanda

Hanya operator Lapangan Sukowati, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) yang sudah melakukan koordinasi mengenai sampah.

“Kami sudah melayangkan surat pemberitahuan secara resmi kepada operator, dan kontraktor Migas untuk memperhatikan hal tersebut, tapi tidak ada tanggapan,” imbuhnya.

Sayangnya Public and government Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya, dan Legal and Relations PEP Asset IV, Sigit Dwi Aryono, ketika dikonfirmasi masalah tersebut sampai berita ini ditulis belum ada yang memberikan keterangan.  (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *