SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kerjasama operasi (KSO) antara PT Banyubang Blora Energi (PT BBE) dengan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamia EP), melakukan sosialiasi terkait eksplorasi lapangan Banyubang bulan Agustus 2014Â mendatang, di Pendapa Kabupaten Blora.
PT BBE yang anak perusahaan BUMD Pemkab Blora, PT Blora Patra Energi (BPE), menyampaikan rencana kerja area Banyubang. Kegiatan ini diikuti Muspida Blora, Akamigas Cepu, Pertamina EP, Perwakilan Pusdiklat Migas Cepu, dan tiga kecamatan terdampak yakni Kecamatan Jiken, Bogorejo, dan Jepon.
Bupati Blora, Djoko Nugroho, menyambut baik sosialasasi yang diadakan PT BBE tersebut. “Dengan sosialisasi ini, biar semua tahu adanya KSO yang beroperasi di Blora,†katanya.
Menurutnya dengan sosialisasi tersebut, semua tahu bahwa usaha bidang perminyakan memerlukan biaya tinggi, teknologi tinggi, dan resiko tinggi. “Tentunya jika berhasil juga mendapatkan keuntungan yang tinggi,†jelasnya.
Dia berharap, dengan dioperasikannya Blok Banyuibang, bisa berdampak positif bagi warga sekitar. “Termasuk pemanfaatan tenaga kerja lokal,†ungkap Bupati Blora.
Genaeral Manajer PT BBE, Muhammad Damsuki, dalam pemaparan rencana operasi Banyubang menyampaikan pihaknya telah mendapatkan ijin pengoperasian sumur bekas Pertamina. “Kami mendapatkan ijin mengopersikan sumur selama 15 tahun,†katanya.
Dia akan mentargetkan pada tahun pertama akan mengoperasikan sumur yang dimulai pada Agustus bulan depan. “Komitmen kami, pada tahun pertama bisa work over pada bulan September dan produksi bisa dilakukan pada bulan Oktober,†jelasnya.
Terkait yang disampaikan Bupati Blora tentang pemberdayaan tenaga lokal, Dia juga berkomitmen akan memberdayakan tenaga kerja lokal. “Tentunya sesuai dengan kulifikasi yang kami tentukan, baik skill maupun non skill,†tandasnya. (ams)