SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan operasi di sejumlah pasar tradisional untuk mengecek kondisi, dan stok daging jelang Hari Raya Idul Fitri.Â
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakan, Catur Rahayu K, mengungkapkan, pihaknya melakukan pengecekan daging yang ada di pasar untuk mewaspadai beredarnya daging celeng yang sempat beredar tahun lalu.
“Operasi pasar kami lakukan mulai dari pasar tradisional di barat kota Bojonegoro,” ujarnya.
Dia mengatakan, dengan melakukan operasi pasar ini tidak ditemukan daging celeng yang menyerupai daging sapi di pasar Ngraho, Kecamatan Ngraho seperti tahun lalu. Daging Celeng yang ditengarai dari Kabupaten Ngawi ini ditemukan saat mengambil sampel daging karena harga yang diberikan kepada masyarakat tergolong murah.
“Padahal masuk bulan puasa, dan menjelang lebaran harga daging sapi melonjak naik,” imbuhnya.
Dari pengecekan di beberapa pasar tradisional mulai Pasar Ngraho, masih belum ditemukan adanya daging Celeng, sementara di Pasar Kota Bojonegoro tidak ditemukan daging celeng yang diperjualbelikan.
“Kami menghimbau agar masyarakat mengenali ciri-ciri daging yang bukan sapi seperti berbau anyir, ada bekas bintik-bintik darah, dan berair,” tandasnya.(rien)