SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban mengklaim sudah bekerja maksimal pada pelaksanaan Pemilu Presiden tanggal 9 Juli 2014 lalu.
Walau demikian jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya alias Golput pada coblosan mengalami peningkatan, dibandingkan Pemilihan Legislatif (Pileg) sebelumnya.
Diketahui dalam Pemilu Presiden angka Golput di Kabupaten Tuban mencapai 30 persen. Padahal sebelumnya angkanyahanya berkisar 26 persen. Selain itu dalam beberapa kesempatan KPUK menargetkan angka Golput dapat ditekan, atau maksimal sama dengan Pileg kemarin.
“kita sudah bekerja maksimal,†jelas Divisi Sosialisai, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Organisasi KPUK Tuban, Yayuk Dwi Agus Sulistyorini, Sabtu (19/7/2014).
Yayuk mengatakan, sudah banyak hal telah KPUK lakukan. Mulai dari sosialisasi kepada pelajar, dan pemilih pemula, sosialisasi di tempat-tempat umum, dan beberapa langkah lain yang diperlukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
Yayuk menyebut adanya faktor kejenuhan di tengah masyarakat, sehingga masih banyak yang enggan berpartisipasi untuk memilih. Kejenuhan tersebut diakibatkan jarak yang terlalu dekat antara Pemilu satu dengan yang lainnya.
Dia menerangkan, jarak antara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, masih dirasa terlalu dekat dengan Pileg, dan Pileg masih terlalu dekat dengan Pimilu Presiden. (edp)