Waspadai Curas di Lapter Ngloram

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Tindak pencurian disertai kekerasan (curas) mulai marak terjadi di wilayah hukum Polsek Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.  Sebuah sepeda motor dirampas oleh sekelompok pemuda di area lapangan terbang (Lapter) Ngloram, Desa Ngloram.

Peristiwa naas itu menimpa Juananda Kris, (18), asal Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu. Saat itu, Rabu (17/7/2014) pukul 21.00, dia mengajak pacarnya Reni Maelani, (18), asal Desa Kentong, berpacaran di Lapter Ngloram. Ketika asik berpacaran, mereka didatangi oleh tiga orang laki-laki tak dikenal mengendari motor Honda Megapro. Mereka kemudian menanyakan alamat kedua korban dan mengajaknya minum arak.

Namun ajakan itu ditolak mentah-mentah oleh korban. Ke tiga lelaki tak dikenal itu pun marah dan menghajar ke dua korban dengan kayu hingga membuat keduanya mengalami luka robek dibagian kepala dan wajah.  

Puas menghajar korban, pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor Mio J dengan nomor polisi K-5480-EY. Korban kemudian meminta tolong warga sekitar dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

Baca Juga :   Makam Amrozi Jarang Dikunjungi Istri

Kapolsek Cepu, AKP Sugiyatmo SIK dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim, Ipda. Wismo, membenarkan kejadian tersebut. Dari kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp. 10 juta.

“Kita sudah mengantongi identitasnya dan saat ini masih memburu pelaku,” tegas Wismo.

Saat ditemui di ruang wijaya kusuma tempat kedua korban dirawat, baik korban laki-laki maupun perempuan harus mendapat jahitan di wajahnya. Koraban laki-laki terlihat mengalami luka lebam di bibir dan wajahnya serta bebapa jahitan diwajahnya yang telah tertutup perban.

Juananda, sambil menahan sakit menjelaskan, ihwal kejadian itu saat dia berpacaran di tempat gelap di tengah lapangan dengan mengendari motor. Kemudian datang tiga orang yang menanyakan alamat dan mengajaknya minum.

“Tapi saya tidak mau. Mereka tiba-tiba memukul kepala saya dari belakang sampai terjatuh,” ujar Juananda lirih.

Ia berharap para tersangka bisa tertangkap kerena sudah meresahkan warga. “Karena di situ sudah sering terjadi,” pungkas dia didampingi keluarganya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *