Sumur ATE Dikabarkan Ditutup

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Paska dilakukan eksplorasi pada Januari 2012 silam, aktifitas di Sumur Alas Tua Barat (ATE), Blok Cepu, di Dusun Grogolan, Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menurun. Bahkan sejak dua bulan terakhir ini sumur yang dikelola Mobil Cepu Limited (MCL) itu dikabarkan telah ditutup.

Hal itu ditandai dengan tidak adanya aktifitas di lokasi seperti lalu lalang kendaraan, alat berat maupun security. Biasanya, penutupan sumur dilakukan karena kandungan gas maupun minyak yang ada di sumur tersebut tidak ekonomis untuk dikembangkan.

“Sudah sejak bulan Juni 2014 lokasi ATE ditutup oleh MCL, Mas,” kata Imam, warga Desa Ngunut kepada suarabanyuurip.com, Selasa (22/07/2014).

Dia menjelaskan, di lokasi ATE saat ini sudah tidak ada aktifitas seperti biasanya. Semisal security yang biasanya menjaga lokasi sekarang sudah tidak ada.

“Security yang menjaga lokasi sudah tidak ada. Yang ada hanya sekali tempo saja Patroli security kelokasi ATE. Namun masalahnya apa lokasi ATE ditutup saya tidak tau, Mas,” ujar Imam, menjelaskan.

Baca Juga :   Indonesia Butuh Suntikan Modal USD1,4 Triliun per Tahun untuk Tingkatkan Akses Energi

Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, menyatakan, jika MCL telah menyelesaikan kegiatan Eksplorasi di sumur ATE dan saat ini masih mengevaluasi hasilnya. 

“Fokus MCL saat ini adalah menyelesaikan proyek Banyu Urip secara aman,” sambung Rexy.
Namun ketika disinggung tentang mulai kapan lokasi ATE tidak dijaga security, Rexy belum memberikan jawaban. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *