SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Bagi calon pemudik yang akan melalui ruas jalan nasional Lamongan – Babat, Jawa Timur dihimbau agar meningkatkan kewaspadaan karena ada sejumlah titik yang rawan macet akibat adanya beberapa pasar tumpah. Himbauan itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, Bambang Hadjar Purwono melalui Kabag Humas dan Infokom, Mohammad Zamroni kepada suarabanyuurip.com, Kamis (24/7/2014).Â
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi hal itu pihaknya juga sudah menyiagakan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) untuk tidak libur selama masa mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1435 H. Mereka akan berjaga di sejumlah titik rawan macet sepanjang jalan nasional di Lamongan. Yakni di depan Stasiun Lamongan, Â perlintasan jalur ganda kereta api di sebelah Terminal Lamongan, pertigaan Sukodadi, Pasar Sukodadi, Pertigaan Pucuk, Depan Pasar Gembong/Babat dan depan Pasar Babat.
Selain itu, lanjut Zamroni, ruas jalan nasional yang mendapat perhatian khusus adalah jalan Deandels, terutama yang berada di depan Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo. Di kawasan pantura ini, diprediksi juga akan timbul kemacetan dari pasar tumpah di Banjarwati, Pasar Kranji/Paciran, Pasar Kemantren dan Pasar Blimbing.
“Pengendara yang mengambil rute jalan daendels juga harus berhati-hati dengan kemacetan di akses masuk ke TPI Brondong, “ kata Zamroni.
Selain tidak meliburkan stafnya, Dishub juga ikut melakukan penjagaan di sejumlah pos polisi dalam dua kali shift. Khusus untuk pasar tumpah, disiapkan staf dengan kendaraan yang mobile melakukan penertiban.
Dari pantauan, empat hari H-lebaran kemacetan kendaraan terlihat di sejumlah titik kemacetan. Seperti di Pasar Sukodadi sejak pagi kendaraan tidak bias bebas berjalan. Ini diakibatkan banyaknya lalu lalang orang yang berbelanja dipasar Sukodadi.
“Sejak kemarin pasar mulai dipadati pembeli mas. Persiapan lebaran, “ ujar salah satu PKL di depan Pasar Sukodadi, Muklas.
Pemandangan serupa juga terlihat didepan pasar Gembong dan Pasar Babat. Banyaknya pembeli yang memenuhi pasar dan PKL menjadi penyebab kemacetan.(tok)