Proyek Double Track Bikin Macet

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Pelebaran jalur ganda (double track) kereta api yang melintasi jalur nasional Surabaya-Semarang di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, baru menuntaskan satu jalur. Yakni pelebaran perlintasan yang berada di Jalan Panglima Sudirman, sebelah barat Stadion Surajaya Lamongan.

Sementara perlintasan lainnya yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, atau yang tepat berada di barat Terminal Lamongan dipastikan gagal dituntaskan sebelum lebaran Idul Fitri karena mepetnya waktu. Dampaknya akan menimbulkan kemacetan panjang, terlebih perlu peninggian 40 centi meter untuk pengaspalannya.

Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Bambang Purwono melalui Kabag Humas dan Infokom, Mohammad Zamroni kepada suarabanyuurip.com, Jumat (25/7/2014), menyebutkan, dalam rapat koordinasi telah disepakati bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menggeser pintu perlintasan. Sehingga jalan yang semula hanya bisa digunakan untuk 2 jalur, bisa digunakan 4 jalur.

Menurut Zamroni, perbaikan jalan tersebut adalah kewenangan dari PT KAI dan Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim. “Jalan berada di wilayah kami, namun kewenangan berada di pihak lain. Sehingga jika terjadi kemacetan, yang kena imbasnya adalah kami di daerah, “ kata dia.

Baca Juga :   Gaji Rp 5,8 Juta Kekayaan Bupati Bojonegoro Rp 87 M, FITRA : KPK Harus Klarifikasi

Untuk mengantisipasi kemacetan akibat belum tuntasnya pelebaran jalur perlintasan jalur ganda kereta api, Dishub Lamongan sudah siapkan langkah antisipasi untuk para pemudik dengan menyiapkan jalur alternatif. Dari arah Kecamatan Babat, untuk kendaraan pribadi dilewatkan jalur Sukodadi-Banjarwati yang bisa langsung ke Surabaya melalui jalur daendels melalui Manyar, Kabupaten Gresik.

Sementara jalur alternatif lain, yakni melalui Kecamatan Pucuk tidak disarankan, karena akan melewati Pasar Blimbing/Paciran yang rawan macet. “Selama masa mudik lebaran, semua pegawai Dishub tidak mengambil cuti pada H-7 hingga H+7 untuk melakukan pengaturan di sejumlah titik rawan kemacetan, “ pungkas dia.

Dari pantauan, kemacetan panjang hampir setiap hari terjadi di jalan raya depan terminal Lamongan. Kemacetan terjadi dari dua arah baik dari arah timur (Surabaya) maupun dari barat (babat) karena kendaraan harus melintasi jalur double track secara bergantian dan harus ekstra hati-hati.

“Setiap hari saat lewat Lamongan selalu macet mas. Sampai berjam-jam. Saat arus mudik kemacetan tambah parah,” ujar salah satu PNS Pemkab Lamongan, Sutikno.(tok)

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Siapkan Logistik Banjir

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *