SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro  – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat adanya kenaikan volume kendaraan hingga 35 persen pada H-3 Idul Fitri 1435 Hijriah, Jum’at (25/7/2014). Peningkatan itu disebabkan banyaknya pemudik dari luar kota yang menggunakan kendaraan pribadi.
Kepala Dishub Bojonegoro, Iskandar, mengungkapkan, peningkatan volume kendaraan tersebut tidak hanya terjadi di dalam kota saja, namun jalur mudik juga mengalami kepadatan arus lalu lintas bahkan menimbulkan kemacetan.
“Kemarin di Burno terjadi kemacetan, bahkan banyknya pengendara yang tidak patuh tata tertib seperti menyerobot lampu merah membuat kondisi jalan semakin kacau,†ujar dia mengungkapkan.
Untuk mengantisipasi kemacaten pada puncak arus mudik H-3, Dishub menyiagakan 93 petugas di  di beberapa titik rawan macet, dan juga melakukan patroli secara rutin untuk memantau arus mudik.
Salah satu titik rawan kemacetan adalah di Jalur Bojonegoro – Padangan, tepatnya di pertigaan Pasar Tobo, Kecamatan Purwosari. Sampai saat ini dilokasi tersebut belum ada traffic light meskipun menjadi jalur utama pengangkutan minyak mentah dari Sumur Tiung Biru.
“Kalau di Tobo bukan wewenang kami, tapi sudah mengajukan permintaan ke Provinsi untuk itu. Sedangkan transportasi minyak dilakukan pada malam hari dan kami siagakan beberapa anggota di sana,†pungkas mantan Kepala Satpol PP Bojonegoro itu.(rien)